Seleksi Belajar ke Mesir Tahun 2013 ini Dibatalkan

Jakarta-Mesir, saat ini sedang bergejolak dan mengalami krisis politik. Tidak kondusifnya negara itu, akibat kudeta yang dilakukan kelompok militer terhadap Presiden Mursi dan mendapat perlawanan dari kubu Ikhwanul Muslimin.

Persoalan tersebut, ternyata memiliki dampak tersendiri bagi pelajar Indonesia yang membidik Universitas Al-Azhar Kairo, kampus tertua di dunia, sebagai ladang menimba ilmu meraih gelar sarjana.

Kementerian Agama Republik Indonesia, saat ini membatalkan seleksi tahun 2013 bagi pelajar Tanah Air yang akan melanjutkan studinya ke 'negeri piramida' tersebut. Hal ini, didasarkan pada pertimbangan situasi keamanan di negara tersebut.

"Dengan ini kami beritahukan bahwa seleksi tahun 2013 DIBATALKAN dengan pertimbangan: 1. karena berdasarkan informasi dari berbagai media massa baik dalam dan luar negeri tidak kondusifnya situasi keamanan dan politik Mesir sampai saat ini. 2. Dikhawatirkan tidak adanya jaminan keamanan bagi calon mahasiswa baru Indonesia yang akan studi ke Mesir," sebut situs resmi Kemenag http://diktis.kemenag.go.id/.

Dalam lima tahun terakhir, tercatat pelajar asal Indonesia yang menimba ilmu di Kairo, Mesir, sebanyak 5.000 orang lebih dengan subsidi yang disumbangkan kampus al-Azhar sebesar Rp 23,6 milyar lebih pertahun.

Subsidi tersebut, terbagi menjadi gratis uang kuliah tidak hanya di kampus al-Azhar, 800 orang lebih mahasiswa Universitas al-Azhar mendapat jatah makan gratis tiga kali sehari, dan 1.200 orang lainnya mendapat bantuan belajar sebesar Rp. 320 ribu perbulan

Komentar