Dalang Gestapu Sebenarnya

Apa salah komunis sampai kudu dilarang segala kiprahnya di negeri ini ? Menjawab pertanyaan itu, bangsa Indonesia punya dualisme sikap hingga sering kebingungan menjawabnya.
Lagi-lagi Soeharto kudu ditarik ke dalam persoalan terkait paham berbangsa dan bernegara yang satu ini. 
"Maaf, semoga tenang arwahmu di sana dan mendapat tempat yang pantas."
Ketika kekuasaan di bawah Jenderal besar berbintang lima almarhum Soeharto sedang kuat-kuatnya, komunis diberangus habis menjelang akhir 1960-an hingga seterusnya. Dalil yang dipakai, Surat Perintah Sebelas Maret yang salah satu isinya memerintahkan "operasi pemulihan terhadap keamanan negara."
Militer pun digunakan sebagai kekuatan utama. Selanjutnya, kekuatan politik dengan menduduki kursi RI satu bersinergi dengan senjata pada waktu itu.
Akibat operasi militer dengan misi melakukan pemulihan keamanan atau memberangus habis pendukung-pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) di seluruh Indonesia, jutaan orang harus kehilangan nyawa. Sisanya yang masih hidup menjadi tahanan politik. Sedangkan anak-cucu, harus mendapat label PKI di KTP. Hajat hidup disumbat, akhirnya orang PKI termasuk yang tak terlibat langsung sekalipun miskin semua.
Sekedar pengingat saja, menurut sejarah resmi versi Orde Baru seperti yang banyak diajarkan di sekolah dasar hingga tingkat atas, surat tersebut diteken Presiden Soekarno. Ini, bisa jadi kisi-kisi menguak tabir siapa sebenarnya dalang peristiwa pembunuhan tujuh Jenderal Angkatan Darat tahun 1965 silam.
Belakangan, muncul kabar terbaru terkait benar tidaknya keberadaan Surat Tersebut. Pasalnya, tak ada satu pihak pun yang mampu (atau mungkin tak mau) mempublikasikan surat siluman itu secara konkrit. Namun, sepertinya ini tak digarap secara serius guna meluruskan kebenaran sejarah.
Pernah saya mendengar cerita (atau mungkin pendapat) yang bilang : "kalau surat itu benar-benar diumumkan keabsahannya, negara ini bisa bubar."
Boleh juga sedikit dikulik cerita yang belum terbukti benar-tidaknya itu.
Katanya, si Pelaku Adalah PKI
Apa iya orang PKI sudah melupakan dan memaafkan pelaku peristiwa tersebut ? Wallahu a'lam bissawaab.
Taruhlah surat yang tentunya harus asli benar-benar dipublikasikan. Entah apa yang akan terjadi. Mungkin cuma pengamat politik yang mampu menebaknya.
Tapi yang jelas, setelah film Pengkhianatan G30SPKI dihentikan pemutarannya, masyarakat mulai melupakan nama PKI dikala menyebut peristiwa G30S.
TVRI beserta stasiun televisi swasta yang mau tak mau jadi corong penguasa pun sudah insyaf karena film itu dilarang peredaran dan pemutarannya.
Pertanyaan besar pun masih menggelayut. Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan tujuh Jendral tadi ?
Ada yang berani bilang bahwa Soeharto-lah pelakunya atas pesanan Amerika Serikat (AS) meski malu-malu. Kalau yang bilang Soekarno-lah dalangnya, sepertinya sekarang mulai tak enak hati. Sebab bukan apa-apa, pasca reformasi diteriakkan, Megawati anak Soekarno dari Fatmawati mulai beken dan diperhitungkan jagat politik tanah air.
Merunut Cerita
Sudah sangat jelas, Soekarno benci sekali terhadap AS. Dalam setiap pidato, dia selalu ngomporin lautan massa untuk membantai neo imperialisme. Artinya, dia menolak penguasaan bangsa terhadap bangsa lain karena bakal berujung pada penjajahan terus menerus seperti yang sudah dialami selama 360 tahun.
Bukan cuma AS yang dimusuhi. Negara sekutu paling dekat yaki Inggris dan Australia pun demikian.
Soekarno menawarkan konsep kepada bangsa ini untuk membangun rumah tangga sendiri bernama Indonesia. Intinya, segala kekayaan alam yang dimiliki dipakai sendiri. Kelebihan produksi baru dijual ke negara lain. Kalau tak mampu mengeksploitasi, biarkan saja sampai anak-cucu yang menggalinya.
Dia mau Indonesia berpaham Sosialis dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai karakter bangsa.
AS gerah dengan besarnya pengaruh Soekarno di Indonesia. Kalau di sini dia khawatir dengan aksi nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing terutama kepunyaan Amerika, di level internasional komunis memang sedang berhadapan dengan kapitalis dan liberalisme.
Berkali-kali upaya pelucutan kekuasaan Soekarno melalui pemberontakan di dalam negeri mengalami kegagalan. Belakangan, tersiar kabar kalau aksi makar itu disokong CIA.
Pasca peristiwa Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) terjadi, komunis dituduh habis-habisan sebagai pelaku utama. Di tahun berikutnya, pada 1966, Soekarno disebut-sebut juga terlibat aktif pada kejadian itu. Dasar tuduhan cuma satu, kedekatannya dengan Diva Nusantara Aidit.
Saat itu, mahasiswa pun turun ke jalan menuntut pengunduran dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI).
Pada 1967, Soekarno turun tahta digantikan Soeharto menahkodai biduk Republik ini. Sementara itu, PKI dibantai habis sampai bungkam dan tak bunyi lagi.
Pada era itu, jangankan coba mengaktifkan lagi PKI. Mendiskusikannya saja, kudu sangat ekstra hati-hati. Salah-salah, dituduh sebagai simpatisan bisa hidup bertahun-tahun di penjara.
Tahun 1967, Freeport Masuk Papua dan NTB
Freeport yang menguasai tambang emas dan tembaga di Papua, serta Newmont di Nusa Tenggara Barat, nampaknya cukup dijadikan ikon kekuasaan AS melalui perusahaan milik warganya yang beroperasi di Indonesia.
Asal tahu, menurut rilis resmi yang dipublikasikan pemerintah, dalam sehari tiap tambang yang teken kontrak per 30 tahun sekali tersebut mampu memproduksi emas dan tembaga mentah seberat 300 ribu ton. Sedangkan RI sebagai pemilik sah lahan yang dikontrakkan itu, cuma kebagian royalti sebesar 1 persen.
Melalui duit yang dikeduk dari tanah Papua dan NTB, kekuatan ekonomi AS mampu bertengger di atas segalanya bahkan seolah menyaingi kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Tak cukup sampai di situ, dia juga jadi polisi dunia yang berhak menghukum pemimpin-pemimpin negara yang tak patuh. Modalnya cuma satu, konsep kapitalisme yang terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kesenangan penduduk bumi.
Di Indonesia, modus penjajahan dilakukan dalam bentuk sama saja. Penanaman investasi, kerjasama memusuhi teroris (Islam), menyokong kegiatan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta lewat tayangan tivi. Kalau mulai tak patuh, diancam dengan embargo.
AS sukses besar menyulap cita-cita Indonesia sebagai negara Sosialis berkepribadian Pancasila dan UUD 1945, menjadi negara liberal di Asia Tenggara.
Setiap orang atau kelompok, boleh menguasai hajat hidup orang banyak dengan mendirikan koorporasi-koorporasi di negeri ini. Duit modal, ya itu tadi berasal dari AS atau negara-negara sekutunya.
Dengan Duit Dia Menang
Sudah terlanjur bangsa ini menganut paham "mending beli dari pada bikin sendiri". Akibatnya, pasar dikuasai produsen-produsen asing yang mulai mau pakai nama ber-embel Indonesia.
Lantaran gaya hidup seperti itu, semua diukur pakai duit. Habis, bukan apa-apa. Numpang kencing saja kudu bayar. Apalagi kalo mau merasakan sejahtera. Intinya, semua yang penting duit.
'Operasi pemulihan keamanan' tentu perlu duit yang banyak untuk mempersenjatai pasukan beserta gerombolan paramiliter. Pasca itu, membangun negeri ini juga perlu duit. Sumbernya, ya seperti yang sudah disebutkan tadi.
Melalui program pembangunan yang berkelanjutan tersebut, AS moncer-moncernya kucurkan dana ke negeri ini. Tujuannya mengeruk untung lagi lewat bunga bank dan eksloitasi alam.
Apa saja yang diminta negeri ini kepada AS pasti dikabulkan. Minta demokrasi dikasih, minta Presiden baru dikasih, minta duit juga dikasih (baca ngutang). Asal jangan satu hal, minta komunis aktif lagi dan dicabut statusnya sebagai partai terlarang di negeri ini.

Komentar

  1. lu ngerti apa? udah baca buku2 salim said belon?

    BalasHapus
  2. sukarno itu memaksakan nasakom. angkatan darat ngga mau. jadilah ad dan pki beradu. yg bener ya yang beragama

    BalasHapus
    Balasan
    1. NASAKOM : Nasionalis, Agamais, dan Komunis.
      Yang mana yang yang tidak beragama?

      Hapus
  3. Gak usah ubah cenel tivi , kalau. Perbuatan bener zaman dahulu zaman sekerang sama aja , yang baik tetap hidub yang yang gak baik tetep habis

    BalasHapus
  4. Seandainya soeharto tidak meng kudeta, papua akan sejahtera. Cendana upah mu besar di neraka

    BalasHapus
  5. Seandainya soeharto tidak meng kudeta, papua akan sejahtera. Cendana upah mu besar di neraka

    BalasHapus
  6. Terima kasih, silahkan tengok kisah yang lain. Kalo mau denger saya nyanyi, ketik aja nama saya Bobby Junaidi di google nanti ketemu deh.

    BalasHapus

Posting Komentar