Maaf Sayang Aku Ketiduran

Pergumulan orang modern dengan internet memang makin akrab saja. Tak sedetik pun tiap individu rela melepaskan gadget miliknya. Dari sana, apa saja dikerjakan via dunia maya. 

Di warung tenda, di angkutan umum, saat menyetir, menjelang atau waktu bangun tidur, bahkan ketika memenuhi panggilan alam di toilet, gadget selalu dibawa. Tak peduli setidak penting apa persoalan yang akan dikerjakan, smartphone selalu digenggam, diusap-usap layarnya, sesekali dikantongi dan diutak-atik lagi.

Di suatu malam Minggu, meski arus lalu lintas macet, Kota Bandung cukup romantis. Kelihatanlah sepasang muda-mudi mengunjungi salah satu rumah makan di sana. Sebutlah si pria bernama Tikno dan si wanita biasa dipanggil Ratih.

Menaiki tangga ke dalam area restoran yang tak terlalu tinggi, mereka berdua bergandeng tangan mesra sekali. Memang, tak ada sepatah kata pun yang diucapkan saat itu. Tapi dari tatapannya, dua-duanya selalu bilang "I love you sayang."

Meja tak terlalu besar dengan dua kursi yang saling berhadapan di sudut pagar restoran dipilih mereka, sementara pengamen permanen terus menyanyikan lagu-lagu cinta. Romantis memang, karena penerangan didominasi lampu minyak dan lilin saja. 


Tikno mengeluarkan bungkus rokok kemudian meletakkannya di meja, sementara setelah meletakkan tas, Ratih lantas mengusap-usap gadget yang memang tak pernah lepas dari genggamannya.

"Tak tuk tak tuk tak tuk," layar sentuh terus mengeluarkan suara yang hampir semua orang sekarang pada punya.

Tak mau kalah, usai menyulut sebatang rokok, Tikno juga meniru aksi pacarnya. Berselang 15 menit kemudian, menu yang sudah dipesan pun datang.

"Yuk sayang, kita makan," ajak Tikno dan mereka pun bersantap.

Sambil bersantap, sesekali layar gadget dilirik. Entah kuatir ada pesan masuk atau status akun Path-nya dikomen kawan, Tikno dan Ratih cuma makan dan sibuk sendiri-sendiri. Itu, terus berlangsung sampai makanan tak bersisa dan minuman tiris.

Lagu-lagu cinta terus mengalun dinyanyikan satu grup pengamen yang biasa dibooking pengelola restoran. Sambil sesekali mengorek sisa makanan di gigi, masing-masing tetap sibuk dengan smartphone-nya. Tetap tak ada pembicaraan di antara mereka. 


Setengah jam kemudian, "yuk sayang kita pulang," ajak Ratih kepada pacarnya.

Usai membayar tagihan, mereka pun berlalu meninggalkan restoran menuju parkiran sepeda motor.

Setiba di rumah masing-masing, setelah melepas pakaian jalan-jalan dan menggantinya dengan piyama, BBM masuk ke smartphone Ratih dari Tikno.

"Sedang apa sayang ?" kata Tikno.

"Baru mau bobo," jawab Ratih.

"Udah gosok gigi?" tanya Tikno lagi.

"Udah dong sayang," jawab Ratih.

"Eh, sayang. Kamu tau ga kalo aku tuh sayang banget sama kamu. Kayanya, aku ga mungkin bisa idup deh tanpa kamu," Tikno menggombal.

"Ah yang bener sayang ?" tanya Ratih kena pancing.


"Bener. Tadi aja, waktu kita di restoran, padahal aku mau bilang itu langsung ke kamu tapi ... " gombal Tikno berlanjut dan keduanya pun terlibat diskusi yang asyik soal asmara sampai tertidur di rumah masing-masing.

Beberapa jam kemudian menjelang subuh, bbm masuk ke smartphone Tikno. Dari Ratih, bunyinya : "Sayang, maaf aku ketiduran. Nanti lanjut lagi ya,"

Mendengar suara ping !! dari hapenya, Tikno pun terbangun kemudian mengetik pesan : "Iya sayang, maaf aku ketiduran juga." 

Komentar