Ga tahu metode berpikir seperti apa yang dipakai beberapa banyak orang yang mungkin lumayan banyak atau bahkan banyak sekali dengan menyandarkan mimpinya terhadap sesuatu hal kepada dukun. Padahal, zaman sudah modern. Segala macam alat sudah diciptakan. Kemampuan berkomunikasi jarak jauh seperti yang dikuasai para Wali dengan telepati kini bisa dilakukan siapa saja menggunakan ponsel.
Entah ini cuma gosip atau bumbu
penyedap rasa para penjaja mantera yang mengatakan bahwa di musim
Pemilihan Umum, banyak calon mengandalkan dukun guna memenangi
pertarungan. Seorang dukun yang memilih disebut sebagai paranormal di
kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, misalnya. Dengan terang-terangan
dia bilang pada pemilu 2014 lalu, banyak tokoh politik datang ke
praktisi dunia gaib untuk 'minta tolong' dilancarkan ambisinya.
Dari kartu nama yang dia berikan,
tertulis nama Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta
Adiningrat, Sekertaris Jenderal Yayasan Raja Nusantara. Dia sih
menyebutkan beberapa nama. Tapi demi keamanan diri sendiri sebaikya
tak disebutkan di sini.
Nah, kalau yang ini boleh ditulis
sebab beberapa media online resmi yang sudah menuliskan lebih dulu,
tampak aman-aman saja hidupnya meski terang-terangan menulis berita
soal pihak berwenang yang melibatkan dukun.
Pada 26 Juni 2011 lalu, Putri
Mega Umboh, istri dari AKBP Mindo Tampubolon dihabisi nyawanya di
tempat tinggalnya di perumahan Anggrek Mas 3, Baloi, Kepulauan Riau.
Lantaran persoalannya pelik dan pihak Kepolisian menemui jalan buntu,
saat itu, Kapolda Kepri, Brigjen Raden Budi Winarso, akhirnya meminta
bantuan paranormal Ki Joko Bodo guna mengungkap kasus tersebut.
Joko Bodo didatangkan ke Mapolda
Kepri, pada Selasa 9 Agustus 2011 atas undangan Kapolda langsung.
Bahkan, yang menjemputnya di bandar udara Hang Nadim Batam, juga
pemegang pucuk pimpinan di Kepolisian Daerah itu. Akibatnya, agenda
pemeriksaan terhadap tujuh orang petugas Satuan Pengamanan yang
dituduh melakukan kejahatan itu tertunda selama empat jam.
Gara-gara Polisi memilih jalan
pintas dengan meminta bantuan paranormal guna mengungkap kasus
tersebut, Hotma Sitompul, pengacara AKBP Mindo Tampubolon, marah
besar. Dia bilang, dilibatkannya Joko Bodo terhadap kasus ini,
lantaran tersangka Rosma yang juga pembantu di rumah tangga Mindo dan
Putri, mengalami kesurupan roh gentayangan Putri saat dimintai
keterangan.
Saat kesurupan itulah, Rosma
mengatakan bahwa Mindo terlibat pembunuhan sehingga untuk memperkuat
keterangan itu Polda Kepri meminta bantuan dukun.
"Apa nggak kebalik ini Polisi, itu absurd. Masa mendengar orang kesurupan. Gila nih Polisi, semua orang hukum Indonesia pasti nangis kalau betul hal itu dijadikan alternatif menyatakan seseorang terlibat. Minta ampun, ini memalukan," katanya.
"Apa nggak kebalik ini Polisi, itu absurd. Masa mendengar orang kesurupan. Gila nih Polisi, semua orang hukum Indonesia pasti nangis kalau betul hal itu dijadikan alternatif menyatakan seseorang terlibat. Minta ampun, ini memalukan," katanya.
Dari situ, Hotma pun menilai
kalau pembuktian pada kasus tersebut penuh rekayasa.
Persoalan lain yang melibatkan
peran paranormal adalah saat pencarian korban banjir bandang di
kawasan wisata air terjun Dua Warna, Desa Durin Sirugun, Sibolangit,
Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Mei 2016 lalu.
Setelah beberapa hari pencarian
dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak milik Polisi dengan
menyisir rute sungai tak membuahkan hasil, petugas akhirnya
melibatkan dukun.
Pelibatan dukun dalam kasus ini,
kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, atas
saran dari Lurah dan Camat setempat.
"Pada
saat rapat kemarin (Rabu,18/5/2016), Lurah dan Camatnya kan ikut
rapat. Nah, di situ mereka usul agar dilibatkan juga paranormal. Usul
itu diakomodir, sebagai wujud keterlibatan masyarakat dalam upaya
pencarian. Ini kan merupakan kearifan lokal," kata Sutopo yang
bergelar Doktor itu.
Dia
juga bilang, pelibatan dukun dalam mencari korban bencana alam memang
biasa dilakukan. Misalnya saja saat jembatan Kutai Kartanegara di
Kalimantan Timur roboh pada November 2011. Saat itu, banyak
pengendara yang hilang kemudian dicari dengan bantuan paranormal
Dayak.
Kisah
pembunuhan Angeline di Bali tentu masih hangat di ingatan. Kabarnya,
seperti diberitakan Tempo.co, Kepolisian Denpasar juga melibatkan
paranormal dalam mengungkap kasus tersebut.
Ceritanya
begini. Ketika ditugaskan menjaga rumah milik Margriet Christina
Megawe, di Jalan Sedap Malam, Nomor 26, Denpasar Timur, Bali, I Dewa
Ketut Raka menuturkan ada kejanggalan terutama ketika penyidik dari
Kepolisian Resor Kota Denpasar berulangkali memeriksa rumah itu.
Dewa
bilang, salah satu petugas yang datang mengaku memiliki kekuatan
supranatural guna melihat keberadaan Angeline. Brigadir Budi Dukun
nama petugas itu.
Pada
5 Juni 2015, lima hari sebelum penemuan jasad gadis cilik itu, Budi
Dukun meminta Dewa agar mencium bau mayat yang dirasakan petugas itu.
Dia tak bisa mencium bau apa-apa selain aroma kotoran ayam. Tapi
setelah angin berhembus, bau bangkai menyebar yang saat itu diyakini
bukan bangkai hewan. Tanah pun digali. Tapi sayang, mereka salah
menentukan lokasi.
Di
hari Rabu 10 Juni 2015, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor
Kota Denpasar akhirnya menemukan jasad Angeline meringkuk dalam
lubang masih di pekarangan rumah Margriet.
Seorang
petugas Polisi Indonesia yang pernah bertugas di Darfur, Sudan, dalam
misi PBB pernah menceritakan pengalamannya berurusan dengan dukun
melalui blognya di alamat reinhardjambi.wordpress.com. Dia bilang,
seringkali penyidik dihadapkan dengan tindak pidana yang tak ada
petunjuk sama sekali.
“Nah bisa dibayangkan kalau kami penyidik menemukan peristiwa pembunuhan atas seseorang yang diketemukan di dalam rumah …, tanpa saksi yang melihat..? bagaimana Anda dapat mengungkapnya ? Dulu pernah saya dihadapkan dengan persoalan begini… dan susah banget rasanya karena pimpinan terus mendesak pengungkapan… dan seorang anak buah menyarankan untuk pergi ke dukun untuk bertanya siapa pelaku pembunuhan tersebut…” tulis dia.
Reinhard
menilai boleh juga dicoba saran itu. Lalu pergilah dia ke rumah dukun
bersama beberapa anak buahnya. Sang dukun mensyaratkan agar disiapkan
sesajen berupa ayam hitam dan candu. Setelah itu, pergilah mereka ke
kuburan tempat si Mr.X dimakamkan.
“Dia akan memanggil arwah orang mati dan mentrasformasikan ke dalam dirinya dan pada saat bertransformasi silahkan kita bertanya kepadanya.. dan pada sebuah malam kita pergilah ke kuburan Mr X dan dimulailah ritual oleh pak dukun tersebut, walaupun dengan perasaan dug dug plus, mulailah pak dukun itu memotong ayam itu di kuburan dan membakar candu, terdengar lolongan anjing dimana – mana, dan mulailah terlihat dukun itu tubuhnya bergetar dan kemudian mulai berbicara dengan suara yang lain, ia hanya menangis dan berbicara “ takut … takut” mulailah kami bertanya : “siapa yang membunuh kamu ?” Ia menjawab dengan jawaban yang sama “ Takut …. takut” demikian sepanjang waktu kami bertanya hanya jawaban itu yang keluar… memang akhirnya upaya kami gagal total malam itu, tidak ada jawaban yang menyebutkan siapa pembunuh Mr X ini,” tutur Reinhard dalam tulisannya.
Sepulang
dari kuburan, Reindhard komplain kepada dukun itu. Sang paranormal
bilang bahwa arwah korban pembunuhan masih penasaran dan belum berani
mengatakan siapa pembunuhnya. Nanti kata dia, pasti akan terungkap
dengan sendirinya.
“Walah !…. Cuma menghabiskan waktu dan biaya saja.. (Namun sepertinya kok berhasil juga… beberapa bulan kemudian ada seorang datang menyerahkan diri ke kantor polisi menyatakan ia yang membunuh Mr X tersebut dan ia mengaku karena selama ini dia merasa dihantui dan tidak tahan lagi….) Saya juga tidak tahu apakah ini disebabkan karena dukun itu ? Who knows ?,” tulis Reinhard mengisahkan.
Kabarnya,
Federal Beaureau Investigation (FBI), meski tak pernah secara terbuka
mengakui, juga melibatkan dukun dalam melaksanakan tugasnya.
Gene
O' Donnnell, adalah seniman sketsa yang bekerja untuk FBI. Dalam
pengakuannya yang kemudian dilansir The New York Post, dia mengatakan
kalau dirinya sering bekerjasama dengan paranormal guna
mengidentifikasi tersangka.
Dia
mengisahkan, salah satu pengalamannya bekerjasama dengan dukun adalah
ketika ada kasus perkosaan disertai pembunuhan. Petugas kesulitan
mengungkap siapa pelakunya. Gene, ditugaskan mendatangi rumah seorang
paranormal untuk menggambar sketsa pelaku berdasar keterangan ahli
supranatural itu.
Beberapa
tempo kemudian, pelaku yang wajahnya sesuai sketsa berhasil ditangkap
kemudian dinyatakan terbukti bersalah dan dijebloskan ke dalam bui.
Soal
urusan mistis, Soeharo yang dilabeli diktator tapi murah senyum juga
dikenal jagonya. Selain sering melakukan tapa, Pak Harto juga gemar
mengumpulkan benda-benda pusaka terutama Keris. Iyalah, dia kan orang
Jawa. Jadi sepertinya wajib punya Keris. Tapi, apa benar dia
penggemar klenik?
Di
bidang mistis, versi resmi seperti yang tertulis di buku biografi
Soeharto ; My Thoughts, Words and Deeds dikisahkan kalau ilmu
mistis yang dilakoninya adalah cara untuk dekat dengan Tuhan Yang
Maha Esa.
Ada
seorang tokoh yang sangat dekat dengan Soeharto selama era
kepemimpinannya. Dia adalah Mayor Jenderal Sudjono Humardani yang
dipercaya jadi staf pribadi Presiden serta memegang urusan keuangan
dan ekonomi.
Dalam
buku biografi berjudul Liem Sioe Liong's Salim Group : The
Business Pillar of Suharto's Indonesia, Liem mengatakan bahwa
hanya Sudjono yang mendapat izin masuk kamar Presiden selain Ibu
Tien. Selain staf pribadi, Humardani juga dikenal sebagai penasihat
spiritual Soeharto.
Kenapa
Liem bisa bercerita seperti itu ? Sebab menurut dia, Sudjono-lah yang
memperkenalkan Liem kepada Pak Harto hingga bersahabat lengket di era
Orde Baru.
Soeharto
dan Sudjono adalah murid spiritual Romo Diyat yang pernah berpesan
kepada Mayjend tersebut agar menjaga Soeharto setelah diramalkan
bakal jadi orang besar.
Pengaruh
Sudjono terhadap Soeharto sangat kuat. Hingga akhirnya para jurnalis
yang bertugas di Istana Negara saat itu menjulukinya sebagai Rasputin
Indonesia. Grigori Rasputin sendiri, adalah ahli mistis dan orang
kepercayaan keluarga Nicholas II, kaisar Rusia terakhir tahun 1915.
Pandangan
jurnalis terutama wartawan asing yang tak mengerti konsep mistis Jawa
terhadap Sudjono hampir seragam. Dia digambarkan sebagai orang aneh
yang sering menyambut tamu dengan kaki telanjang di ruangan dengan
lilin sebagai sumber cahaya utamanya. Selain Rasputin Indonesia, para
wartawan saat itu juga menjuluki Sudjono sebagai Menteri Urusan
Mistis.
Soeharto
dalam buku biografi berudul membantah kalau Sudjono adalah guru
spiritualnya. Dia bilang, ilmunya tak kalah dengan Mayjend itu.
"Saya
mendengar orang-orang mengatakan bahwa dia mengetahui ilmu mistis
lebih dari saya, namun Djono dulu sering sungkem ke saya. Dia
menganggap saya sebagai senior yang mempunyai lebih banyak mengetahui
soal mistis. Beberapa orang mengatakan ilmu mistis merupakan suatu
hal yang bisa dipelajari dari guru. Namun, untuk saya, ilmu mistis
adalah cara untuk dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Memang benar
Djono sering datang dan bertemu saya membawa buku catatannya. Dia
percaya dengan pengajaran spiritual dan dalam kapasitas tersebut, dia
sering menasihati saya. Saya hanya mendengarnya agar dia bahagia,
namun tidak saya anggap semua yang dia katakan. Saya menganalisis dan
berpikir mengenai hal tersebut apakah masuk akal atau tidak. Jika
masuk akal, masuk nalar, maka saya menerimanya. Jika tidak, saya
tidak akan mengikuti nasihatnya. Jadi bagi siapa yang berpikir bahwa
Djono adalah guru mistis saya, maka dia salah," kata Soeharto
dalam buku tersebut.
Komentar
Posting Komentar